TUGAS MANDIRI 4-PENGANTAR ILMU EKONOMI DAN BISNIS-KAMPUS ITBI MILENIAL MEDAN
Nama : Falensius Mendrofa
Kelas : Pagi
Jurusan : Teknik Industri
TUGAS MANDIRI 4
SOAL:
1. Bagaimanacara pemerintah dalam mengembalikan pertumbuhan ekonomi yang
diakibatkan oleh Virus Covid 19?
2. Carilah Jurnal yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan ringkaslah jurnal.
JAWABAN👇
1.
Begini cara pemerintah mengatasi tiga dampak wabah corona ke ekonomi.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi corona (Covid-19) menimbulkan setidaknya tiga dampak terhadap perekonomian Indonesia, yaitu penurunan pertumbuhan ekonomi, peningkatan pengangguran, dan peningkatan kemiskinan. Untuk itu, pemerintah harus segera menyiapkan program dan kebijakan pemulihan secara cepat dan tepat.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerangkan langkah-langkah yang ditempuh pemerintah. Ia bilang, dalam setiap langkah yang pemerintah ambil tersebut selalu mempertimbangkan aspek kesehatan, sosial, ekonomi, dan keuangan.Langkah pertama, program exit strategy yaitu pembukaan ekonomi secara bertahap menuju tatanan kenormalan baru. Kedua, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Ketiga, reset dan transformasi ekonomi.“Reset menjadi penting karena berbagai sektor ekonomi sudah turun minus sehingga dari minus itu perlu dikembalikan ke 0, lalu dari 0 kita akan transformasikan agar berkembang menjadi positif,” ujar Airlangga dalam Seminar Nasional, Kamis (18/6).
Menko Airlangga menjelaskan, pandemi Covid-19 memberikan tekanan pada perekonomian, baik dari sisi permintaan maupun penawaran. Semua indikator memberikan sinyal pelemahan ekonomi.“Namun, saya mengingatkan bahwa kita ini sedang berada di situasi yang tidak normal. Ini penting agar kita semua mempunyai pemahaman yang sama bahwa kondisi yang terjadi saat ini adalah sama dengan 215 negara lain di dunia. Hampir seluruh negara di dunia masuk di dalam periode minus. Pandemi ini pun berdampak besar pada berbagai sektor perekonomian, ini yang membedakan dengan krisis di tahun 1998 dan 2008,” terangnya.Tetapi, Indonesia memiliki resiliensi lebih kuat dari negara lain. Tiga negara yang masih relatif positif secara ekonomi adalah China, India, dan Indonesia. Selain itu, ekonomi Indonesia di tahun 2020 diprediksi masih di jalur positif, yaitu menurut proyeksi IMF akan tumbuh 0,5% dan menurut World Bank diperkirakan tidak tumbuh (0%).”Kalau kita lihat di kuartal pertama Indonesia juga masih positif, tapi memang di kuartal kedua dengan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Indonesia diprediksi masuk di dalam jalur minus sekitar -3%,” kata Airlangga.Airlangga bilang, di kuartal-2020, dari sisi konsumsi, yang membuat kontraksi adalah konsumsi yang pertumbuhannya turun dari biasanya di atas 5% menjadi 2,7%. Kemudian investasi tumbuh 1,7%, lalu konsumsi pemerintah masih menunjang dalam bentuk belanja negara melalui anggaran, yaitu tumbuh sebesar 3,7%.Sementara dari sisi dunia usaha (supply), sektor manufaktur tumbuh 2,1% dan perdagangan 1,6%, namun pertanian ada di 0%. ”Jadi pertanian ini menjadi perhatian untuk kembali bisa menopang di saat ekonomi seperti ini. Di bulan Juni-Juli akan ada panen raya, maka sektor ini diharapkan bisa membuat kuartal ketiga 2020 tidak terlalu turun, apalagi didukung adanya new normal,” jelas Airlangga.2.PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA:
Pertumbuhan ekonomi sebagai sebuah proses
peningkatan output dari waktu ke waktu
menjadi indikator penting untuk mengukur
keberhasilan pembangunan suatu negara
(Todaro, 2005). Oleh karena itu identifikasi
berbagai macam faktor yang mempengaru‐
hinya termasuk peran pemerintah menjadimenarik untuk dikaji lebih dalam. Menurut
teori dasar pertumbuhan ekonomi Neoklasik
dari Solow dan Swan (1956) tidak terdapat
pengaruh peran pemerintah terhadap
pertumbuhan baik dalam bentuk pengelua‐
ran maupun pajak (Kneller et al., 1999). Per‐
tumbuhan ekonomi hanya dipengaruhi oleh
stok kapital, tenaga kerja dan teknologi yang
bersifat eksogen. Pemerintah dapat mempe‐ngaruhi pertumbuhan populasi yang akan
mempengaruhi ketersediaan tenaga kerja
namun tidak berdampak pada pertumbuhan
ekonomi.
Teori pertumbuhan endogen (endogene‐
ous growth theory) menjelaskan bahwa inves‐
tasi pada modal fisik dan modal manusia
berperan dalam menentukan pertumbuhan
ekonomi jangka panjang. Kontribusi peme‐
rintah terhadap pertumbuhan ekonomi dapat
dijelaskan melalui pengaruhnya dalam mela‐
kukan perubahan konsumsi atau penge‐
luaran untuk investasi publik dan peneri‐
maan dari pajak. Kelompok teori ini juga
menganggap bahwa keberadan infrastruktur,
hukum dan peraturan, stabilitas politik,
kebijakan pemerintah, birokrasi, dan dasar
tukar internasional sebagai faktor penting
yang juga mempengaruhi pertumbuhan
ekonomi.
Pengeluaran pemerintah sebagai bentuk
nyata dari campur tangan pemerintah dalam
perekonomian telah menjadi objek penting
untuk diteliti. Penelitian terhadap negara di
Asia di antaranya dilakukan oleh Cheng
(1997). Dengan pendekatan Vector Autoregres‐
sive (VAR) Cheng membuktikan adanya
pengaruh positif signifikan antara pengelua‐
ran pemerintah terhadap pertumbuhan
ekonomi di Korea Selatan. Penelitian lain
yang juga menunjukkan bahwa ekspansi
pengeluaran pemerintah berpengaruh positif
terhadap pertumbuhan ekonomi antara lain
ditemukan oleh Singh dan Sahni (1984) dan
Ram (1986). Di sisi lain terdapat pula pene‐
litian yang menunjukkan signifikansi hubu‐
ngan kedua variabel tersebut namun dengan
pola hubungan yang cenderung negatif.
Penelitian tersebut antara lain dilakukan oleh
Landau (1986) dan Russek (1990).
Di Indonesia sektor pemerintah memiliki
peranan besar dalam sejarah perekonomian.
Peran tersebut dituangkan pemerintah dalam
bentuk pelaksanaan kebijakan fiskal untuk
mencapai tujuan utama pembangunan
berupa pertumbuhan ekonomi yang tinggi,
mengurangi pengangguran dan mengendali‐
kan inflasi. Kebijakan fiskal yang dijalankan
pemerintah Indonesia memiliki dua instru‐
men utama yaitu perpajakan dan pengelua‐
ran.
Pengeluaran pemerintah sebagai salah
satu instrumen penting kebijakan fiskal
diharapkan mampu mendorong kegiatan
ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan
ekonomi. Pemerintah mengoptimalkan peran
tersebut dengan meningkatkan pengeluaran
(share) terhadap Pendapatan Domestik Bruto
(PDB). Secara riil pengeluaran pemerintah
juga meningkat sejalan dengan peningkatan
Produk Domestik Bruto (PDB). Peran
pemerintah dalam perekonomian ditunjukan
oleh pengeluaran untuk bidang ekonomi
dalam persentase dari total pengeluaran
cenderung meningkat.
Pengeluaran pemerintah sebagai salah
satu instrumen kebijakan fiskal merupakan
salah satu sumber pertumbuhan ekonomi.
Beberapa pertanyaan penelitian yang akan
dijawab adalah apakah pertumbuhan eko‐
nomi periode sebelumnya mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi periode berikutnya
secara signifikan? Apakah pengeluaran
pemerintah provinsi mempengaruhi pertum‐
buhan ekonomi provinsi secara signifikan?
Apakah openness mempengaruhi pertumbu‐
han ekonomi provinsi secara signifikan?
Apakah populasi mempengaruhi pertumbu‐
han ekonomi provinsi secara signifikan?
Penelitian ini ditujukan untuk mengana‐
lisis pengaruh pengeluaran pemerintah dan
variabel lainnya (defisit anggaran, openness,
inflasi, dan populasi) terhadap pertumbuhan
ekonomi. Sementara itu, manfaat penelitian
ini diharapkan dapat menambah literatur di
bidang ekonomi publik dan sebagai referensipenelitian selanjutnya, serta memberi masu‐
kan dan informasi bagi pemerintah sebagai
pengambil kebijakan dan semua pihak yang
tertarik dengan kajian pengaruh anggaran
pemerintah terutama pengeluaran terhadap
pertumbuhan ekonomi
Tinjauan pustaka dalam penelitian ini
sebagai berikut:
Pertumbuhan ekonomi merupakan salah
satu indikator keberhasilan pembangunan di
suatu perekonomian. Kesejahteraan dan
kemajuan suatu perekonomian ditentukan
oleh besarnya pertumbuhan yang ditunjuk‐
kan oleh perubahan output nasional. Adanya
perubahan output dalam perekonomian me‐
rupakan analisis ekonomi jangka pendek.
Menurut Adam Smith pemerintah
memiliki tiga fungsi utama dalam mendu‐
kung perekonomian yaitu (1) memelihara
keamanan dalam negeri dan pertahanan; (2)
menyelenggarakan peradilan; dan (3) menye‐
diakan barang‐barang yang tidak disediakan
oleh pihak swasta, seperti infrastruktur dan
fasilitas umum. Pemerintah membutuhkan
anggaran untuk menyelenggarakan fungsi‐
nya dengan baik dan mekanisme penyeleng‐
garaannya anggaran tersebut dilakukan
melalui kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal
mencerminkan besaran, pertumbuhan, mau‐
pun struktur dari anggaran pemerintah yang
dianut oleh suatu negara.
Menurut Todaro dalam pertumbuhan
ekonomi suatu bangsa terdapat tiga kompo‐
nen penentu utama yaitu: (i) akumulasi mo‐
dal yang meliputi semua bentuk atau jenis
investasi baru yang ditanamkan pada tanah,
peralatan fisik, dan sumberdaya manusia; (ii)
pertumbuhan penduduk yang meningkatkan
jumlah angkatan kerja di tahun‐tahun men‐
datang; (iii) kemajuan teknologi. Menurut
Kuznets pertumbuhan ekonomi adalah
kenaikan kapasitas dalam jangka panjang
dari suatu negara untuk menyediakan ber‐
bagai barang ekonomi kepada penduduknya.
Kenaikan kapasitas itu sendiri terjadi oleh
adanya kemajuan atau penyesuaian‐penye‐
suaian teknologi, kelembagaan dan ideologis
terhadap berbagai tuntutan keadaan yang
ada.
Secara umum teori pertumbuhan ekono‐
mi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu
teori pertumbuhan ekonomi klasik dan teori
pertumbuhan ekonomi modern. Pada teori
pertumbuhan ekonomi klasik, analisis
didasarkan pada kepercayaan akan efektivi‐
tas mekanisme pasar bebas. Teori ekonomi
klasik merupakan teori yang dicetuskan oleh
para ahli ekonomi yang hidup pada abad 18
hingga awal abad 20. Para ekonom klasik
tersebut antara lain Adam Smith, David
Ricardo dan W.A Lewis.
Teori lain yang menjelaskan pertumbu‐
han ekonomi adalah teori pertumbuhan eko‐
nomi modern. Karakteristik umum teori ini
mengakui pentingnya peran pemerintah
dalam perekonomian untuk mengatasi kega‐
galan sistem pasar bebas. Kelompok ini
cenderung tidak mengakui keefektifan sistem
pasar bebas tanpa campur tangan pemerin‐
tah. Teori pertumbuhan ekonomi Harrord‐
Domar merupakan salah satu teori pertum‐
buhan modern. Harrod‐Domar merupakan
perkembangan langsung dari teori makro
Keynes jangka pendek menjadi teori makro
jangka panjang. Menurut kedua ekonom ini,
pengeluaran investasi (I) tidak hanya memi‐
liki pengaruh terhadap permintaan agregat
(AD) tetapi juga terhadap penawaran agregat
(AS) melalui pengaruhnya terhadap kapasi‐
tas produksi. Dalam perspektif yang lebih
panjang ini investasi menambah stok kapital
(K). Harrod‐Domar mengatakan bahwa
setiap penambahan stok kapital masyarakat
meningkatkan kemampuan masyarakat
untuk menghasilkan output. Output yang
dimaksud adalah output potensial yang bisadihasilkan dengan stok kapital yang ada.
Sedangkan output yang terealisir belum tentu
sama dengan output potensial, hal ini
tergantung pada jumlah permintaan agregat.
Kebijakan fiskal adalah kebijakan peme‐
rintah sehubungan dengan tingkat pembelian
pemerintah, transfer dan struktur pajak.
Kebijakan fiskal juga dapat dipahami sebagai
kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh
pemerintah melalui merubah‐rubah (menaik‐
kan atau menurunkan) penerimaan negara
dan atau pengeluaran negara dalam rangka
mencapai tujuan tertentu. Ruang lingkup
kebijakan yaitu pada sektor pengeluaran
pemerintah dan penerimaan pajak sehingga
disebut juga sebagai kebijakan anggaran.
Secara umum tujuan dari kebijakan fiskal
yang ingin dicapai antara lain: peningkatan
pendapatan nasional, peningkatan kesempa‐
tan kerja, penurunan laju inflasi, penurunan
defisit neraca perdagangan, penurunan
defisit neraca pembayaran internasional
Kebijakan fiskal memiliki 3 fungsi utama,
yaitu: a) fungsi alokasi yang berupa penye‐
diaan barang sosial atau proses pembagian
keseluruhan sumberdaya untuk digunakan
sebagai barang pribadi dan barang sosial
serta bagaimana komposisi barang sosial
ditentukan, b) fungsi distribusi yakni penye‐
suaian terhadap distribusi pendapatan dan
kekayaan untuk menjamin terpenuhinya apa
yang dianggap oleh masyarakat sebagai
suatu keadaan distribusi yang adil dan
merata, dan c) fungsi stabilisasi sebagai suatu
alat untuk mempertahankan tingkat kesem‐
patan kerja yang tinggi, tingkat stabilitas
yang semestinya, dan laju pertumbuhan yang
tepat dengan memperhitungkan dampaknya
terhadap perdagangan dan neraca pemba‐
yaran.
Besarnya pengeluaran pemerintah yang
memberikan pengaruh positif terhadap per‐
tumbuhan ekonomi memiliki batas tertentu.
Pengeluaran pemerintah akan mendukung
pertumbuhan ekonomi apabila pemerintah
mampu menciptakan kondisi di mana besar‐
nya share pengeluaran pemerintah terhadap
tingkat output seluruhnya dapat digunakan
untuk menyediakan barang publik yang
digunakan sebagai input produksi yang
kompetitif.
Wagner mencetuskan hipotesis umum
mengenai hubungan jangka panjang yang
positif antara pengeluaran pemerintah
dengan pembangunan ekonomi berdasarkan
pengamatan di negara‐negara Eropa, U.S.
dan Jepang. Hipotesisnya menjelaskan bahwa
pertumbuhan ekonomi merupakan faktor
fundamental yang menentukan pertumbuhan
sektor publik termasuk pengeluaran dan
konsumsi pemerintah. Pernyataannya ini
disebut law of expanding state activity atau
Hukum Wagner.
Hubungan antara pengeluaran peme‐
rintah dengan pertumbuhan ekonomi meru‐
pakan hal yang kompleks. Dari hasil peneli‐
tian yang telah ada hingga saat ini, seti‐
daknya dibutuhkan beberapa teori dan teknik
ekonometri yang acceptable agar hasil peneli‐
tian tidak rancu (spurious). Syarat ini mem‐
buat kajian maupun pembuktian hubungan
kedua variabel ini terus berkembang dengan
diikuti penggunaan teknik ekonometri terba‐
ru agar hasilnya semakin mendekati kenya‐
taan dan dapat digunakan untuk peramalan.
Penelitian yang tentang dampak kebija‐
kan fiskal terutama pengeluaran pemerintah
terhadap pertumbuhan ekonomi selalu
menjadi isu menarik di setiap periode waktu
dan menghasilkan perdebatan. Di satu pihak
terdapat penelitian yang menyimpulkan
bahwa dampak pengeluaran pemerintah ter‐
hadap pertumbuhan ekonomi adalah positif.
Ram (1986) dengan menggunakan data time
series dan cross country 115 negara menemu‐
kan bahwa konsumsi pemerintah yang tinggiberkontribusi terhadap pertumbuhan eko‐
nomi. Penelitian lain menunjukkan adanya
dampak negatif dari pengeluaran pemerintah
terhadap pertumbuhan ekonomi seperti yang
ditemukan oleh Folster dan Henrekson (1999)
dalam Nijkamp and Poot: 2003.
Penelitian oleh Sjoberg (2003) di Swedia
menunjukkan bahwa pengeluaran pemerin‐
tah yang terlalu banyak akan menghambat
pertumbuhan ekonomi. Dengan mengguna‐
kan model pertumbuhan endogen dan teknik
Ordinary Least Square (OLS) penelitian ini
menguji adanya hubungan yang signifikan
antara pengeluaran pemerintah berupa inves‐
tasi, konsumsi dan transfer pemerintah
dengan pertumbuhan ekonomi. Penelitian
yang sama juga dilakukan oleh Sinha (2000)
di Malaysia yang menguji hubungan antara
pengeluaran pemerintah dengan pertumbu‐
han ekonomi. Sinha menemukan hasil yang
tidak signifikan.
Sementara itu beberapa penelitian ten‐
tang kebijakan fiskal dan pertumbuhan eko‐
nomi dengan menggunakan teknik panel
data menunjukkan hasil yang hampir sama.
Bania, Gray dan Stone (2007) mencoba
mengukur nonlinearitas dampak penggu‐
naan pajak untuk membiayai pengeluaran
pemerintah produktif seperti kesehatan ter‐
hadap pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini
menunjukkan bahwa dampak kenaikan pajak
yang digunakan untuk membiayai penge‐
luaran pemerintah bersifat non‐monotonic
yaitu pada awalnya positif namun pada satu
saat mengalami penurunan. Penurunan ini
terjadi karena adanya crowding out dari modal
privat akibat beban pajak yang mengurangi
pengembalian bersih dari modal privat.
METODE
Penelitian ini menggunakan data tahunan
dari 26 provinsi di Indonesia pada periode
1980 hingga 2006. Penggunaan data panel
pada penelitian ini diharapkan dapat menya‐
jikan informasi lebih lengkap dan mampu
menunjukkan hubungan yang lebih realistis
karena jumlah observasi yang lebih banyak
(Nijkamp and Poot, 2003). Periode waktu
yang dipilih diharapkan mampu mengako‐
modasi perubahan kebijakan yang signifikan
terhadap penyusunan APBN yang berpenga‐
ruh terhadap besarnya pengeluaran peme‐
rintah.
Sistem persamaan yang digunakan
mengacu pada model yang dibentuk oleh
Miller dan Russek (1993) tentang hubungan
antara struktur fiskal dan pertumbuhan eko‐
nomi. Model akan dianalisis dengan metode
regresi ekonometri data panel. Model yang
digunakan dalam penelitian ini adalah:
Log(PDRBPct) = a1 + a2Log(PDRBPct‐1) +
a3Log(EXct) + a4Log(DEFct) +
a5Log(OPNct) + a6Log(INFct) +
a7Log(POPct) + a8Dsda + a9Dlok +
a10Ddes + ect.
dimana:
Log(PDRBPct) = pendapatan domestik regional
bruto perkapita riil
Log(PDRBPct‐1) = pendapatan domestik regional
bruto perkapita riil tahun
sebelumnya
Log(EXct) = pengeluaran pemerintah riil
Log(DEFct) = defisit anggaran pemerintah riil
Log(OPNct) = derajat keterbukaan
perekonomian riil
Log(INFct) = inflasi
Log(POPct) = populasi penduduk
Dsda = binary sumber daya alam
Dlok = binary lokasi
Ddes = dummy desentralisasi
ect = error term.
🙏TERIMAKASIH🙏

Komentar
Posting Komentar